March 18, 2022

Review: Perawatan Kulit Berminyak dengan Theraskin, Jadi Makin Glowing!

Sebagai pemilik kulit berminyak, aku cukup pemilih dalam urusan skincare karena kebanyakan skincare yang ditujukan untuk kulit berminyak tuh malah bikin kulit matte dan makin berminyak. Jadi aku harus selektif buat milih produk, yang penting sih produknya gak malah bikin kulitku makin dehidrasi (karena aku juga punya masalah kulit dehidrasi).

Baru-baru ini, aku coba rangkaian produk skincare dari Theraskin. Bukan brand baru sih ini, bahkan aku udah tau brand ini sejak lama banget, dari awal aku explore skincare kali ya, aku lupa. Saat itu brand ini masuk daftar brand yang gak ingin aku coba karena aku sering dengar desas desus negatif tentang brand ini. Tapi ternyata pas aku research lagi, ternyata Theraskin ini udah ada BPOM dan termasuk brand lokal yang aman buat dipakai. Theraskin sendiri diproduksi oleh perusahaan L’essential yang ada di kota Tangerang, Banten.

Karena aku orangnya gampang keracun, pertahananku goyah saat aku diracuni teman-teman blogger sekaligus teman-teman di real life yang sudah pernah pakai produk Theraskin. Akhirnya aku coba dan memutuskan untuk mencoba rangkaian skincare untuk kulit berminyak. Aku sudah mencoba produk Theraskin mulai dari facial wash hingga sunscreen, lengkap. Sebelum beli produknya, kamu bisa konsultasi dulu untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan jenis kulitmu. Biaya konsultasinya gratis. Theraskin juga open buat join reseller/dropshipper, cocok banget nih buat kamu yang punya jiwa pebisnis atau sekedar iseng jual aja buat dapat uang tambahan.

Aku akan menjelaskan satu persatu tentang produk-produk Theraskin yang aku coba dan akan memberikan kesimpulannya di akhir. Aku juga akan memilih produk yang jadi favoritku biar kamu keracunan juga, hahaha. So, here’s the review.

Theraskin Facial Wash for Oily Skin

Facial wash ini dikemas dalam botol yang ukurannya slim tapi masih termasuk besar buat ukuran 100ml. Aku agak susah jelasin kemasannya, pokoknya botol kemasannya tuh kelihatan biasa aja, gak ada yang wah. Bahannya cuma dari plastik dan cuma ditempel sticker buat keterangan produknya.

Tutup botolnya ada 2 lapis, tarikan biasa sama flip top. Karena tutupnya dobel kayak gini, jadi ngerasa aman banget gak sih pas nyimpan produknya? Aku sih ngerasanya gitu, jadi aman banget.

Description:

Sabun wajah cair yang diperkaya Chamomilla flower extract dan Sodium Lactate untuk membersihkan sambil menjaga kelembaban kulit. Cocok untuk kulit normal cenderung berminyak.

How to use:

Tuangkan sedikit Facial Wash for Oily Skin ke telapak tangan, tambahkan air gosok hingga berbusa, usapkan ke wajah, lakukan pemijatan ringan, kemudian basuh dengan air hingga bersih.

Ingredients:

Aqua, Potassium Cocoyl Hydrolyzed Oat Protein, Sodium Lauroyl Sarcosinate, Cocamidopropyl Betaine, Acrylates/Steareth-20 Methacrylate Copolymer, Glycol Distearate, Sodium Laureth Sulfate, Cocamide MEA, Benzoic Acid, Laureth-10, Panthenol, Allantoin, DMDM Hydantoin, Propylene Glycol, Chamomilla Recutita Flower Extract, Sodium Lactate, Citric Acid, Fragrance.

Untuk tekstur, facial wash ini punya teksur yang agak kental. Sekilas mirip sama tekstur body wash, warnanya pun mirip. Wanginya enak banget, tiap cuci muka pakai produk ini selalu kecium wangi floral yang gak berlebihan. Karena aku gak ada masalah sama wewangian di dalam produk skincare, jadi aku gak ngerasa terganggu sama sekali. Pas dicampur air busanya juga melimpah, aku suka banget, jadi enjoy pas cuci muka.

Biasanya cleanser yang busanya banyak gini bikin kulit ketarik sama kering gitu ya, tapi facial wash ini gak bikin kering sama sekali. Malah aku ngerasa produk ini lembut banget. Mau dipakai buat pagi atau malam hari pun tetap masih oke. Setelah dibilas dan kering pun gak bikin kulit terasa ketarik gak nyaman. So far aku suka sama facial wash ini.

Beli disini:

Theraskin Toner for Oily Skin

Kemasannya masih sama seperti facial wash-nya, sama banget mulai dari desain sampai warna hingga bahan.

Yang membedakan cuma stickernya aja hahaha. Aku gak akan banyak menjelaskan tentang kemasan produk ini.

Description:

Toner wajah yang diperkaya Allantoin, Panthenol dan Sodium Lactate untuk menyegarkan dan mengembalikan kelembapan kulit. Cocok untuk kulit normal cenderung berminyak.

How to use:

Tuangkan sedikit Toner for Oily Skin pada kapas, kemudian usapkan atau tepuk-tepuk pada kulit wajah setelah terlebih dahulu dibersihkan dengan Milk Cleanser.

Ingredients:

Aqua, Alcohol Denat, Propylene Glycol, Sodium Lactate, Camphor, Allantoin, Panthenol, Lactic Acid, Chlorphenesin, Phenoxyethanol, Glycerin, Cl 15510.

Pas awal pakai, aku ngira toner ini cuma semacam toner penyegar yang umum ditemui dari brand lokal. Makanya aku pakai toner ini dengan kapas setelah cuci muka, setelah itu aku lanjut pakai exfoliating toner. Gak lama setelah itu, aku ngerasa kulitku jadi aneh. Di beberapa spot terasa perih dan pas aku timpa pakai produk lain rasanya panas, kayak kulit jadi tipis banget. Ternyata pas aku cek ada kandungan Lactic Acid yang fungsinya memang buat eksfoliasi, hahaha. Karena kurang baca aku jadi double exfoliate tiap malam, untung banget aku cepet sadar dan gak bikin kulitku bereaksi aneh-aneh.

Toner ini punya tekstur yang cair kayak air, wanginya kayak toner penyegar yang umum di pasaran. Makanya aku ngira ini toner penyegar karena wanginya mirip huhuhu. Gak seperti toner eksfoliasi lain yang kalau dipakai tuh terasa agak lengket dan kesat, toner ini malah ngasih efek lembap setelah aku aplikasikan ke kulit. Tapi lembapnya tipis sih, tetap harus dilayer pakai toner yang lebih menghidrasi. Sejauh ini aku gak ada masalah sama produk ini, Cuma ya itu tadi, aku salah pakainya. Selebihnya gak ada efek negatif yang aku rasakan di kulitku selama aku memakai produk ini.

Beli disini:

Theraskin Pore Minimizer

Produk ini punya kemasan yang gemes banget karena ukurannya kecil, bisa dimasukin kantong. Isi produknya cuma 8ml, jadi gak heran kalau kemasannya imut.

Aplikatornya spray gitu, awalnya aku ngira ini gak bakal enak pas ngeluarin produknya, macet-macet gitu di bayanganku, tapi pas aku coba keluarin produknya kok lancar banget, gak ada hambatan. Ditambah lagi semprotannya mulus banget, gak muncrat kemana-mana.

Description:

Serum pagi dan malam hari dengan bahan aktif Zinc sulfate dan diperkaya ekstrak bunga Chamomilla. Bersifat astringent sehingga cocok untuk kulit yang berpori-pori besar.

How to use:

Semprotkan Pore Minimizer ke telapak tangan, lalu oleskan secara merata ke seluruh kulit wajah.

Ingredients:

Aqua, Propylene Glycol, Chamomilla Recutita Flower Extract, Hydroxyethylcellulose, Panthenol, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Fragrance, Zinc Sulfate, Chlorphenesin, Phenoxyethanol, Glycerin.

Tekstur dari produk ini cair dengan warna kuning kecoklatan, warnanya mirip seperti serum vitamin C yang sudah teroksidasi, tapi lebih muda. Sesaat setelah diratakan ke kulit, ada rasa lengket yang tertinggal tapi lama-lama lengketnya hilang, malah jadi lembap banget dan ngasih efek glowing yang cantik. Wanginya mirip kayak wangi obat tapi lebih kalem, gak mengganggu sama sekali sih menurutku, masih tergolong wajar.

Aku paling excited sama produk ini sih karena klaimnya yang bisa membuat pori-pori jadi lebih rapat. Seperti yang kalian tau, aku punya masalah pori-pori besar dan produk-produk semacam ini tuh jadi penyelamat banget kalau memang bekerja dengan baik.

Untungnya produk ini works di kulitku, ya meskipun gak bikin pori-pori langsung kecil banget gitu. Pas dizoom kulitku jadi kelihatan lebih halus, pori-pori masih kelihatan lebar di beberapa spot tapi terlihat bersih.

Produk ini disarankan untuk disimpan di dalam lemari es, tapi aku cuma simpan produk ini di suhu ruang dan gak kena paparan sinar matahari, alhamdulillah aman-aman aja. Karena isinya cuma dikit dan aku pakai tiap pagi dan malam, jadi produknya cepat habis. Agak ribet kalau disimpan di kulkas tuh huhuhu. Maafkan aku pemalas.

Beli disini:

Theraskin Serum Vit C

Serum vitamin C satu ini kemasannya unik. Desain, bahan, dan warna kemasannya sama persis seperti produk pore minimizer-nya, jadi gak akan aku jelaskan lebih lanjut.

Performa sprayernya juga halus, gak ngaco semprotannya, suka banget.

Description:

Serum pagi dan malam hari yang diperkaya Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan untuk mencerahkan dan merawat kulit yang rusak akibat paparan sinar matahari.

How to use:

Semprotkan Serum Vit C ke telapak tangan lalu oleskan merata ke seluruh kulit wajah.

Ingredients:

Aqua, Propylene Glycol, 3-0-Ethyl Ascorbic Acid, Biosaccharide Gum-1, Hydroxyethylcellulose, Tetrasodium EDTA, Chlorphenesin, Phenoxyethanol, Glycerin.

Pertama kali aku coba ini, aku langsung suka sama teksturnya. Biasanya serum vitamin c kebanyakan cair gitu teksturnya, nah produk ini teksturnya agak kental gitu, kayak gel. Wanginya seger, kayak wangi citrus gitu di hidungku. Tapi wanginya samar, jadi gak mengganggu banget pas dipakai.

Sebenarnya produk ini gak dianjurkan dipakai untuk kulit berminyak setelah aku baca-baca keterangan produknya, Tapi karena aku kepo maksimal, aku tetap pakai serum ini. Aku cuma pakai serum vitamin c ini di pagi hari untuk nge-boost performa sunscreen. Kan katanya vitamin c bisa bikin proteksi sunscreen lebih tinggi, mumpung punya serum vitamin c jadi aku pakai. Sejauh ini gak ada reaksi negatif apapun sih, gak bikin kulitku iritasi atau makin berminyak juga. Jadi aman-aman aja buat dipakai (kalau di kulitku).

Theraskin juga menganjurkan agar serum vitamin C ini disimpan di dalam lemari es, tapi gak aku simpan di kulkas karena malas hahaha. Jadi tetap aku simpan di suhu ruangan dan jauh dari sinar matahari, sejauh ini produknya masih aman, gak ada tanda-tanda oksidasi atau berubah warna.

Beli disini:



Theraskin Perfect Whitening

Produk ini kemasannya gak neko-neko sih, cuma jar simple warna putih berbahan plastik. Ukurannya gak begitu besar, masih bisa diselip-selipin di tas atau koper kalau mau dibawa traveling.

Di antara tutup sama produknya ada sekat pembatasnya, jadi produknya gak nempel-nempel di tutupnya. Meskipun ukurannya kecil dan gak ada box juga, tapi keterangan produk ini tertulis lengkap di sekeliling kemasannya.

Description:

Moisturizer krim yang berfungsi untuk mencerahkan, mengurangi flek yang diakibatkan oleh hiperpigmentasi dan acne, serta membantu mencegah timbulnya flek baru.

How to use:

Oleskan secara merata pada kulit wajah. Dapat digunakan pada pagi dan malam hari.

Ingredients:

Aqua, Isononyl Isononanoate, Ceteareth-6 Olivate, Niacinamide, C12-15 Alkyl Benzoate, Tranexamic Acid, Propylene Glycol, Sorbotan Sesquilsostearate, Caprylic/Capric Triglyceride, Dimethicone, Cetyl Alcohol, Sodium Acrylates Copolymer, Paraffinum Liquidum, PPG-1 Trideceth-6, Tocopheryl Acetate, BHT, Alpha Arbutin, Dimethylmethoxy Dromonyl Palmitate, Chlorphenesin, Phenoxyethanol, Glycerin, Sodium Bisulfate.

Tekstur produk ini lumayan unik menurutku, teksturnya agak kental gitu dan kelihatannya kayak lengket. Tapi pas dicolek ternyata ringan banget, emang terasa agak oily sih pas diratakan ke kulit tapi lama-lama meresap dan jadi lembap banget. Meskipun kulitku oily aku suka sama kelembapannya. Wanginya gak enak, aku gak suka, aku gak bisa jelasin wanginya kayak gimana huhuhu, anek pokoknya. Tapi untungnya wanginya gak bertahan lama, begitu dioles gak kecium wanginya jadi masih nyaman aja sih pakainya.

Aku penasaran juga sama produk ini karena aku juga punya kulit kusam. Produk dengan embel-embel whitening/brightening kayak gini memang menarik banget buat dicoba. Aku selalu pakai Theraskin Perfect Whitening ini setiap pagi dan malam. Tapi sejauh ini aku masih belum mendapatkan efek cerahnya, cuma lembapnya enak banget, bikin kulit kenyal + halus.

Beli disini:

Theraskin Suncare for Oily Skin (Prima)

Meskipun ini produk sunscreen, tapi produknya dikemas dalam jar. Desain jarnya sedikit berbeda dari produk perfect whitening, tapi ukurannya hampir sama. 

Ada sekat pembatasnya juga pas tutup jarnya dibuka. Kalau aku bilang sih, jarnya ini standar banget, kayak jar-jar yang dipakai buat produk share in jar.

Description:

Tabir surya wajah untuk melindungi kulit tipe normal cenderung berminyak dari sinar UV matahari.

How to use:

Aplikasikan sunscreen secara merata di wajah dan leher di pagi, 20 menit sebelum paparan sinar matahari. Ulangi pemakaian setiap 2-3 jam untuk perlindungan lebih optimal.

Ingredients:

Aqua, Octocrylene, Cetearyl Alcohol, Propylene Glycol, C12-15 Alkyl Benzoate, Phenylbenzimidazole, Sulfonic Acid, Triethanolamine, Caprylic/Acpric Triglyceride, Titanium Dioxide, Dimethicone, Benzophenone-3, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Ceteth-10 Phosphate, Dicetyl Phosphate, BHT, Phenoxyethanol, Methylparaben, Ethylparaben, Butylparaben, Propylparaben.

Ini pertama kali aku coba produk sunscreen dalam kemasan jar, ternyata not bad. Jadi lebih praktis karena gak ada drama ngambil sunscreen kebanyakan. Tapi minusnya gak bisa pakai sesuai takaran (2 jari), jadi harus dikira-kira sendiri. Teksturnya unik banget sih menurutku, kayak butter yang setengah meleleh. Kelihatannya padat tapi begitu dicolek langsung lumer. Satisfying banget tiap nyolek-nyolek produknya hahaha. Wanginya aku juga gak suka, mirip-mirip kayak wanginya perfect whitening. Tapi wanginya cepat pudar kok, jadi gapapa.

Sebelum aku pakai, aku mikirnya sunscreen ini pasti berat, pasti bikin gerah. Ya gapapa ya, namanya juga bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk. Tapi pas aku coba gak ada yang namanya kulit gerah, sama sekali gak berat pas dipakai. Maaf aku suudzon huhuhu.

Biasanya aku males pakai skincare berlayer-layer pas pagi karena sunscreennya masih kerasa berat, tapi pas pakai produk ini aku coba pakai toner, serum, moisturizer, hasilnya tetap ringan di kulit. Sunscreen ini ngasih sedikit whitecast pas dipakai, tapi tipis banget jadi gak kelihatan kalau dari jauh. Kandungan SPF 30-nya pun lumayan, cukup banget buat aku yang gak banyak aktivitas outdoor.

Beli disini:

Mana produk favoritku?

Dari ke-enam produk Theraskin yang aku coba, aku suka banget sama Theraskin Pore Minimizer sama Theraskin Suncare for Oily Skin (Prima). Alasannya karena produknya enak banget pas dipakai di kulit, meskipun yang pore minimizer hasilnya gak sesuai dengan ekspektasi. Tapi karena bikin kulitku jadi lembap dan glowing, jadi aku masukkan sebagai produk terfavorit. Kalau buat suncare-nya, aku udah gak bisa berkata-kata, aku jatuh cinta banget. Yakin deh, aku bakal terus repurchase produk ini kalau produknya udah habis.

Final Result

Setelah kurang lebih 2 minggu aku coba rangkaian produk skincare dari Theraskin, aku merasa kulitku jadi lebih lembap dan less oily. Pori-pori jadi lebih bersih dan kulit terlihat mulus banget. Untuk efek cerah aku gak merasakan sih (mungkin belum ya), tapi aku akan tetap pakai produk brightening-nya sampai habis.

Semua produk yang aku coba bisa kalian beli di Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan TikTok Shop. Link toko sama produknya sudah aku taruh, jadi tinggal klik aja. Kalau kalian kepo sama brand ini dan mau tau lebih tentang Theraskin, kalian bisa langsung mengunjungi akun Instagram Theraskin @theraskinkosmetika.

0 yorum:

Post a Comment

Tinggalkan komentar setelah baca postinganku, ya, supaya bisa aku visit back. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi untuk menghindari komentar-komentar negatif. Thank you.